Minggu, 25 November 2012

- Nailah, sang pembela Khalifah -




Nailah binti Al-Farasishah dikenal sebagai perempuan yang cantik, cerdas, dan pintar syair. Namun dibalik kelemahlembutannya, Nailah ternyata sosok yang pemberani. Istri Khalifah Utsman bin Affan ini siap menghadapi berbagai musuh demi keselamatan suaminya. Keberanian Nailah dibuktikan ketika terjadi pengepungan, serta penyerangan besar-besaran di kediaman Utsman di Madinah.

Selama 50 hari rumah Khalifah Utsman dikepung para pemberontak. Ketika terjadi fitnah (35 Hijriyah) yang memecah belah umat Islam. Para pemberontak tiada henti melempari bebatuan dan panah. Tiga orang dinyatakan tewas. Padahal sebelumnya, Abdullah telah mengadakan perjanjian tertulis agar tidak pernah mengganggu dan menyerang Khalifah. Rupanya dua pemberontak tidak puas dan melanggar perjanjian itu. Pembangkangan dipimpin oleh Muhammad bin Abu Bakar.

Ketika terjadi penyerangan, Nailah dengan setia mendampingi suaminya. Saat Muhammad bin Abu Bakar bersama temannya nekat memasuki rumah Utsman, melepaskan tali pagar, lalu memanjat dengan tali. Nailah tidak tinggal diam. Dia melihat keluar apa yang dilakukan musuh-musuh suaminya tanpa mengenakan kerudung.

Khalifah menegur istrinya, "Nailah tutuplah rambutmu dengan kain kerudung. Sesungguhnya rambutmu lebih besar nilainya padaku daripada nyawaku!"

Nailah tidak sempat lagi mendengar apa yang disampaikan suaminya. Baginya yang terpenting bisa melindungi Utsman dari musuh. Kedua pemberontak berhasil masuk ke dalam rumah dan berada di hadapannya. Lelaki pertama mengayunkan pedang ke arah ke Khalifah. Nailah dengan sigap menangkis pedang tersebut hingga melukai jari-jarinya. Istri Utsman itu sempat menjerit menahan kesakitan. Dia memanggil ajudan Utsman, lalu membunuh si pemberontak tersebut.

Giliran Muhammad bin Abu Bakar yang maju dengan pedang berhunus. Nailah kembali membela suaminya. Ayunan pedang ditahan sehingga mengiris jari-jari tangannya yang lain. Kali ini hadangan Nailah gagal. Muhammad bin Abu Bakar mencabut janggut Khalifah, memukul kepala, dan menikamnya.

Utsman syahid, karena sabetan pedang pemberontak. Air mata Nailah tumpah saat memangku jenazah sang suami. Nailah berkata, "Sungguh kalian telah membunuhnya, padahal ia telah menghidupkan malam dengan Alquran dalam rangkaian rakaat."

Setelah peristiwa berdarah itu, tidak ada yang berani mendekati kediaman Khalifah Utsman bin Affan. Sedangkan jenazah Khalifah harus dimandikan, dishalatkan, dan dimakamkan. Nailah mengirim utusan kepada Jubair bin Hizam dan Huwaitib bin Abd Uzza untuk mengurus jenazah. Namun, mereka tidak berani memakamkan di siang hari. Pemakamanan khalifah setelah Umar bin Khathab ini dilakukan antara Maghrib dan Isya. Nailah mendahului sambil membawa lampu kecil untuk penerangan. Kesyahidan Khalifah Utsman tersebar luas. Peristiwa ini menimbulkan perselisihan antara Sayyidina Ali dan Muawiyah yang telah mengorbankan banyak nyawa umat Islam.

Nailah berkabung selama empat bulan sepuluh hari. Dia tidak berdandan, berhias, dan enggan meninggalkan kediaman suaminya. Ia memandang kesetiaan terhadap suami—walaupun sudah tiada—lebih besar dibandingkan bersama orang tua dan saudara perempuannya.

Setelah kematian suaminya, Nailah mengirim surat kepada Muawiyah. Isinya, "Jika dua golongan dari kaum itu berperang, hendaklah kamu damaikan antara keduanya. Dan jika yang satu dari keduanya melanggar perjanjian kepada yang lain. Maka perangilah yang melanggar perjanjian itu sehingga mereka kembali kepada Allah."

Walaupun masa berkabung sudah berakhir, kesedihan tetap menyelubungi Nailah. Pinangan Muawiyah pun tidak pernah disambutnya. Sebagai penolakan, dia mematahkan gigi-giginya.

Aksi ini mengundang pertanyaan, "Mengapa kamu mematahkan gigimu yang indah?"

Nailah menjawab, "Aku tidak mau kesedihanku pada Utsman menjadi pudar sebagaimana pudarnya kain-kain buruk. Dan aku tidak mau lelaki lain mengetahui apa yang ada pada diriku, sebagaimana diketahui oleh Utsman."

Pengorbanan ini sebagai bukti bahwa Nailah sosok yang setiap dan rela berkorban apa saja untuk perjuangan suaminya. Semasa hidupnya Nailah dikenal sebagai sastrawan dan penyair yang banyak mengubah sajak dan syair yang diabadikan untuk suaminya tercinta.

Siapa sebenarnya Nailah?
Dia bukan berasal dari golongan Quraisy. Ayahnya penganut Nasrani, namun sebagai muslimah dia sangat taat beribadah. Utsman bin Affan mengakui dan mengagumi kecantikan dan kecerdasan Nailah. Diriwayatkan, Utsman pernah memuji, "Aku tidak menemui seorang perempuan yang lebih sempurna akalnya dari dirinya. Aku tidak segan apabila ia mengalahkan akalku."

Khalifah Utsman menikah dengan Nailah di Madinah Al-Munawwarah. Ketika menikah, jarak usia mereka sangat berjauhan. Utsman bin Affan berusia 81 tahun, sedangkan Nailah jauh lebih muda, usia 18 tahun.

Utsman sempat menanyakan perbedaan jarak yang jauh ini, "Apakah engkau tidak keberatan menikah dengan seorang lelaki tua bangka?"

Nailah tersenyum sambil tertunduk malu menjawab, "Saya termasuk perempuan yang lebih suka memiliki suami yang lebih tua."

"Tapi aku telah jauh melampaui ketuaanku," kata Utsman.

Nailah dengan tersenyum berkata, "Tapi masa mudamu sudah kau habiskan bersama Rasulullah SAW. Dan itu jauh aku lebih sukai dari segala-galanya."

Mereka dikarunia seorang anak yang diberi nama Maryam binti Utsman. Diriwayatkan, karena kecintaan kepada istri terakhirnya ini, Utsman sering memberi berbagai hadiah. Nailah dikenal sebagai shahabiyyah yang cantik, setia, cerdas, dan pemberani yang membela suaminya.
 
* Dipublikasikan untuk Dunia Aksara oleh Team Editor

- Dee -

Jumat, 23 November 2012

- Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu -



Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Taufik Ismail, 1989

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer
dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir
dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran
di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan
mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor agraria, serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu- sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua, serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi air mataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya, siapakah yang tak menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulur kan rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al- Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi ‘Allahu Akbar!’ dan ‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara, membangkangit resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu dengan kukuh kita bacalah ‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.

1989
 
- Dee -

Selasa, 20 November 2012

- Jihad Nabi di Bumi Palestina -





Oleh : asy-Syaikh DR. Abû Anas Muhammad Bin Musa Mûsa Alu Nashr - hafidzohullah

Palestina adalah bumi penuh berkah yang Allôh jadikan sebagai tempat turunnya risalah, tempat berhimpunnya kebudayaan dan sebagai tempat hijrah para nabi-Nya. Di dalamnya terdapat kiblat pertama dan tempat diisra’kannya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam, di dalamnya pula Dajjal akan binasa melalui tangan al-Masih ‘alaihi salam dan dibinasakannya Ya’juj dan Ma’juj. Serta di dalamnya pula, bebatuan dan pepohonan akan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allôh! Ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!”, maka yahudipun akan binasa melalui tangan hamba-hamba Allôh yang shalih di bumi Palestina.

Rasulullah pernah mengimami seluruh Nabi di Masjid al-Aqsha, agar Imamah (kepemimpinan) dan siyadah (kekuasaan) di atas Masjidil Aqsha tetap langgeng, agar seluruh makhluk tunduk terhadap Islam. Selama perputaran sejarah, kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri saling bermusuhan untuk memperebutkannya, mereka saling membinasakan dan mengalahkan dalam rangka menguasainya dan mendudukinya. Dikarenakan Palestina adalah bumi Allôh terpilih (the choosen land) yang Allôh memilihnya sebagai tempat hijrah bagi khalil (kesayangan)-Nya Ibrahim dan Kalim-Nya (Kalim = Orang yang diajak bercakap) Mûsa, sebagai tempat kelahiran Isa dan tempat isra’nya Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam.

Di saat kemunculan Islam, Palestina saat itu di bawah kekuasaan imperium Romawi yang salibis paganis. Maka merupakan keharusan mensucikan Palestina dari najis-najis mereka. Nabi telah menulis surat kepada Raja Romawi dan mengutus kepadanya beberapa utusan. Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam pernah mengerahkan pasukan dalam jumlah besar, dan Palestina ketika itu termasuk salah satu begian negeri Syam. Belum pernah terjadi saat itu adanya pembatasan-pembatasan wilayah/area yang dipisahkan oleh perjanjian ‘Saikus baiku’ yang memilukan (seperti saat ini).

Diantara pengutusan yang pernah dilakukan Nabi ke negeri Syam dan Palestina adalah :

Pertama : Pengutusan Mu’tah yang terjadi pada bulan Jumadil Akhir di tahun kedelapan Hijriah, tatkala Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam mengutus para pembesarnya ke Mu’tah (Suatu tempat di Yordan sekarang yang dekat dengan kota Kurk), suatu desa di negeri Syam, dalam rangka menuntut balas atas pembunuhan kaum muslimin di sana. Maka, beliau memerintahkan para sahabatnya untuk memberikan kepemimpinan kepada maula (mantan budak) beliau, Zaid bin Haritsah, sembari beliau bersabda : “Jika Zaid terbunuh maka Ja’far bin Abi Thalib sebagai penggantinya, jika Ja’far terbunuh, maka Abdullah bin Rawahah sebagai penggantinya”, mereka pun keluar dengan jumlah hampir 3000 pasukan. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam juga turut keluar mengantarkan mereka sampai di pertengahan perjalanan mereka. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga tiba di ‘Mi’aan’ (sebuah kota yang terkenal di selatan Yordan, sejauh 200 km dari Amman) lalu tersiar kabar bahwa Raja Romawi Heraklius telah keluar bersama seratus ribu pasukan, disertai sekutunya Malik bin Zufalah dengan seratus ribu pasukan lainnya, dari kaum nashrani arab, dari suku Lakhum, Judzam dan kabilah Qudlo’ah dari suku Bahra’, Balla dan Balqoin.

Kaum muslimin pun bermusyawarah di sana, mereka berkata : “Kita tulis surat kepada Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam apakah beliau memerintahkan kita (untuk tetap maju) dengan perintahnya ataukah beliau menolong kita”, maka berkata Abdullah bin Rawahah Radhiyallâhu ‘anhu : “Wahai kaum! Demi Allôh, sesungguhnya kalian keluar berjihad mengharapkan apa yang ada di depan kalian, yaitu syahid!!! Dan kalian tidaklah memerangi manusia karena kuantitas maupun kekuatan! Akan tetapi kita memerangi mereka hanyalah semata-mata karena agama ini, yang Allôh telah memuliakan kita dengannya… maka berangkatlah!!! Karena ada dua kebaikan menunggu di sana: yaitu kemenangan atau syahid!!!”.

Para sahabatpun menyepakatinya, kemudian mereka bangkit. Ketika kaum muslimin sedang mendirikan tenda di Balqo’, mereka bertemu dengan pasukan Romawi dalam jumlah besar, maka kaum muslimin berhenti di dekat Mu’tah sedangkan pasukan Romawi berada di desa yang bernama Masyarif, akhirnya mereka bertemu dan saling berperang dengan peperangan yang dahsyat.

Di sela peperangan, Amirul Muslimin Zaid bin Hâritsah Radhiyallâhu ‘anhu terbunuh dan bendera saat itu berada di tangannya, lantas Ja’far memungut bendera tersebut, dan beliau turun dari kuda perangnya yang berambut pirang dan menyembelihnya, kemudian beliau maju berperang hingga tangan kanannya terputus, diraihnya bendera dengan tangan satunya hingga tangan kirinya terputus pula. Akhirnya beliau memeluk bendera tersebut hingga akhirnya beliau Radhiyallâhu ‘anhu gugur dalam usia 33 tahun -menurut pendapat yang terpilih-. Lalu, bendera diambil oleh Abdullâh bin Rawâhah al-Anshâri Radhiyallâhu ‘anhu, beliau termenung sesaat lalu sejurus kemudian beliau memantapkan diri dan maju berperang hingga akhirnya turut terbunuh.

Ada pendapat mengatakan, sesungguhnya Tsâbit bin Arqôm-lah yang memegang bendera selanjutnya, dan kaum muslimin menghendaki beliau memimpin mereka. Namun beliau enggan, sehingga Khâlid bin Walîd Radhiyallâhu ‘anhu yang mengambil bendera. Beliau mendorong kaum muslimin untuk tetap maju dan beliau berlaku gentle hingga akhirnya beliau membebaskan kaum muslimin dari musuh mereka, dan Allôh menganugerahkan kemenangan melalui kedua tangannya. Rasulullah telah menceritakan hal ini seluruhnya ketika di Madinah pada hari itu, di saat beliau berdiri di atas mimbar, beliau mengumumkan gugurnya para pembesar sahabat satu persatu kepada mereka dan kedua mata beliau Shallallôhu ‘alaihi wa Sallam bercucuran air mata. Hadits ini terdapat dalam ‘ash-Shahih’, akhirnya malam hari tiba dan kaum kuffar berhenti berperang.

Melihat banyaknya jumlah musuh dan sedikitnya jumlah kaum muslimin dibandingkan mereka, tidak banyak korban dari kaum muslimin yang terbunuh menurut penuturan ahli sejarah. Mereka tidak menyebutkan nama-nama korban kaum muslimin melainkan hanya sekitar sepuluh orang saja. Kaum muslimin kembali maju berperang untuk kesekian kalinya, dan Allôh senantiasa melindungi dari kejahatan kaum kafir, segala pujian dan sanjungan milik Allôh, dimana peperangan ini mendasari peperangan melawan Romawi berikutnya dan menghancurkan musuh-musuh Allôh dan Rasul-Nya.

Kedua : Pengutusan Usâmah bin Zaid Radhiyallâhu ‘anhuma. Pengutusan ini merupakan penyempurna pengutusan ayahnya, Zaid bin Haritsah sebelumnya, sekaligus membalas pasukan Romawi yang telah membunuh ayahnya di Mu’tah. Nabi Shallallôhu ‘alaihi wa Sallam yang memerintahkan pengutusan Usâmah dan Nabi saat itu berada di atas pembaringan kematian, dan pasukan Usâmah saat itu berkumpul di Jarfi di saat wafatnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam.

Termasuk petunjuk Nabi kita Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam adalah, beliau tidak memulai memerangi suatu kaum sebelum menyampaikan dakwah dan mengajaknya kepada Allôh Ta’ala. Rasulullah benar-benar memegang manhaj ini sebagai bentuk aktualisasi berpegangnya beliau kepada perintah Allôh Ta’ala. Beliau senantiasa memegang manhaj ini terhadap seluruh kaum yang memeranginya baik dari kabilah Arab ataupun raja-raja dan pembesar di zamannya. Beliau mendakwahi mereka dan mengutus utusan kepada mereka serta mengirim surat-surat beliau yang mengajak kepada Allôh, tanpa terkecuali seorangpun dari mereka. Diantaranya adalah :

Surat beliau kepada Raja Romawi Heraklius. Dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallâhu ‘anhuma : Bahwasanya Abû Sufyan mengabarkan : “Aku pernah bersama Rasulullah barang sesaat dan hanya ada aku dan beliau”, lantas Abû Sufyan berkata : “Tatkala aku di Syam, datang sebuah surat dari Rasulullah kepada Heraklius, yaitu pemimpin tertinggi Romawi”. Beliau melanjutkan, “Komandan pasukan Kalbi datang dengan surat tersebut, kemudian dia serahkan kepada Raja Bashra dan Raja Bashra menyerahkannya kepada Heraklius, yang isinya :

Dengan nama Allôh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dari Muhammad utusan Allôh kepada Raja Romawi Heraklius…

Keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk…

Setelah itu :

Sesungguhnya aku menyerumu dengan seruan Islam, maka masuklah ke dalam agama Islam maka engkau akan selamat, dan niscaya Allôh akan membalasmu dengan ganjaran dua kali lipat. Jika engkau berpaling, maka sesungguhnya bagimu dosa seluruh pengikutmu…

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allôh dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allôh.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allôh).” (Ali Imran : 64)”

[Majalah al-Ashôlah]

* Penulis adalah Pemateri Rutin Kajian Kisah Para Nabi di Radio Rodja setiap Sabtu Malam Ahad

Radio Rodja 756 AM
 
 

Rabu, 14 November 2012

- Tujuh Golongan -


“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَ

رَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.
1. Imam (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.

3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.

5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”

6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.

7. Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.”

(HR.muslim)
- Dee -

- Manfaat Sholat -



Manfaat Shalat (Untuk Kesehatan)


Sebuah Tinjauan Neuro-Psikology
Oleh: Mubarok Hasanuddin



Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tapi juga gerakan-gerakan shalat adalah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.

Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaannya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.


Begitu pula dengan shalat, merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya: Takbiratul Ihram:, berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan.


Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.


Ruku’:, Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat, Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf.


Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.


I’tidal:, Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat: i’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.


Sujud:, Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.


Duduk: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya, saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.


Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.


Salam:, Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaatnya untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.


Gerakan sujud dalam sholat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?


Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.


Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Bahwa darah tidak akan memasuki urat syaraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang bersembahyang yakni ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti kadar salat waktu yang diwajibkan oleh Islam.


Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan sholat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.


Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.


Masih dalam posisi sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).


Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam sholat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.


Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.


Yang menarik, menurut penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Sholat Tahajjud terhadap Peningkatan Perubahan Respons Ketahan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Siko Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahannkanya beberapa waktu lalu.


Salat tahajud ternyata bukan hanya sekadar salat tambahan (sunnah muakkad) tapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis sholat ini menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonolagi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfositnya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulanggi masalah yang dihadapi.

Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis.

Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol. Parameternya, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kotrisol pada pagi hari normalnya anatra 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kotrisolnya normal, bisa didindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Bergitu sebaliknya, ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata drogma atau doktrin.


Menurut DR. Sholeh. Orang stes itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infkesi. Dengan tahajjud yang dialakukan secara rutin dan disertai perasaan ihklas serata tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan, salat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahan tubuh yang baik. 


(Dari berbagai sumber)


- Dee -

- Penghalang Keterkabulan Do’a -

  



10 Penghalang Keterkabulan Do’a

Seorang lelaki pernah mengadu kepada syekh Ibrahim bin Adham, “Mengapa kami sering berdo’a namun do’a-do’a kami tak kunjung terkabul.”
Syekh yang zuhud itu menjawab,


1. “Karena kalian telah mengenal Allah SWT sebagai Tuhan kalian, tapi kalian tidak mentaati   aturan-Nya.

2. Kalian telah memahami bahwa Rasul adalah (panutan hidup), tapi kalian enggan mengikuti jalan hidupnya.

3. Kalian tahu bahwa al Qur’an adalah pedoman hidup, tapi kalian tidak mengamalkan petunjuknya.
 
4. Kalian telah mengecap berbagai nikmat pemberian Allah SWT, tapi kalian jauh dari nilai kesyukuran.
 
5. Kalian merindukan surga, tapi kalian tak mau mengejarnya.
 
6. Kalian takut kepada neraka, tapi kalian tiada lari darinya.
 
7. Kalian tahu bahwa setan itu adalah musuh, tapi kalian tidak mau memeranginya dan bahkan kalian mengikuti ajakannya.
 
8. Kalian yakin bahwa kematian itu pasti (kedatangannya), tapi kalian tidak menyiapkan diri untuk menyambutnya.
 
9. Kalian telah banyak memakamkan jenazah, tapi kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya.
 
10. Dan kalian mengabaikan aib diri sendiri, namun kalian sibuk mengumpulkan aib orang lain.”
 
Wallahu a’lam bishawab..mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari nasehat ulama yang zuhud ini.Aamiin

Inspirasi Islami
 
- Dee -


Kamis, 08 November 2012

- 13 -



Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Inilah buktinya:

-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.

-13 garis di perisai atau tameng burung.

-13 daun zaitun di kaki kanan burung.

-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.

-13 anak panah.

-13 bulu di ujung anak panah.

-13 huruf yang membentuk kalimat Annuit Coeptis

-13 huruf yang membentuk kalimat E Pluribus Unum

-13 lapisan batu yang membentuk piramida.

-13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.


Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.

Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.
Malah cengengesan ik...
Read this...

Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Inilah buktinya:

-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.

-13 garis di perisai atau tameng burung.

-13 daun zaitun di kaki kanan burung.

-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.

-13 anak panah.

-13 bulu di ujung anak panah.

-13 huruf yang membentuk kalimat Annuit Coeptis

-13 huruf yang membentuk kalimat E Pluribus Unum

-13 lapisan batu yang membentuk piramida.

-13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.


Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.

Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.

Selasa, 06 November 2012

- Hujan Turun -



tak ada waktu tuk menjelaskan
tak sangka ini kan datang
tiap liku berbagi hidup
sejenak melepas lelah
kau tinggalkan diriku


waktu hujan turun
di sudut gelap mataku
begitu derasnya
kan ku coba bertahan

ingat kembali yang terjadi

tiap langkah yang kita pilih
meski terkadang perih
harapan untuk yang terbaik
sekeras karang kita coba
tetap kau tinggal diriku

tak akan ku halangi

walau ku tak ingin kau pergi
kan ku bangun rumah ini
walau tanpa dirimu

bertahan


- SO7 -

 

- Harus Terpisah -






Sendiri
Sendiri ku diam
Diam dan merenung
Merenungkan jalan yg kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh
Menjauh darimu
Darimu yg mulai berhenti
Berhenti mencoba
Mencoba bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku


Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

* Harus terpisah, Cakra Khan.

- November Rain -



Tanpa terasa sudah mendekati penghujung tahun, dan kini november sudah berlalu beberapa hari. November yang basah, aku suka suasana lembab seperti ini, malam menjelang subuh selalu saja di guyur hujan kemudian sepanjang hari hanya mendung yang menggelayuti langit di kota ini.

Akhir tahun entah kenapa selalu saja ada hal yang membuatku bersedih, setelah dua tahun kesedihan itu pergi maka kesedihan itu datang menyapaku kembali. Rasanya sesak memenuhi rongga dada bila mengingat kembali hal itu, sungguh ini berat untuk di lewatkan. Meskipun berulang kali aku mencoba selalu berteriak keras pada diriku bahwa ini bukan hal besar, ini hanya sepenggalan kisah di hidupku yang kelak akan aku tertawai. aaahh rasanya pengen jadi seperti computer, ingin rasanya menghapus beberapa memory yang menyakitkan, atau meng-up grade ulang agar lebih fresh. 



Ini waktu yang tepat untuk melepaskan semuanya, menghilangkannya kembali, menguburkannya dalam-dalam, atau memasukkannya ke dalam peti besi untuk kemudian di buang ke dasar laut agar bersemayam disana selamanya. Cukup sudah kesedihan tanpa air mata ini, cukup sudah kedukaan yang menyakitkan ini. seperti katamu kita takkan pernah menyatu, tidak akan pernah. Karena kau sendiri yang mengatakan itu padaku. Kita memang di ciptkan bukan untuk bersama.

Yah akhir tahun, selalu saja akhir tahun, cerita yang sama berulang kembali dan ini kembali menusuk  ulu hati. Pasrah dan berserah hanya itu yang mampu ku lakukan, kau bahkan tak tahu betapa terlukanya aku ketika kau dengan suka citanya bercerita tentang dia, tidak kan kau sadari ada hati yang terluka tersayat sembilu dan berdarah di sudut lain. Tidakkah pernah kau memahami itu? Tidakkan kau mampu meraba rasaku yang terluka. Sungguh betapa egoisnya dirimu.. hanya memperdulikan bagaimana perasaanmu saja tanpa peka terhadap perasaan orang lain.

aah ya sudahlah cerita akhir tahun ini biarlah mengiringi perjalananku berikutnya, entah kapan cerita akhir tahun ini akan berbeda.. Mungkin suatu saat ketika aku mampu menegakkan kepalaku lagi, untuk menatap dunia dan meninju angkuhnya matahari. aku percaya saat itu akan tiba. 

- Dee -

Dimalam yang lembab di bulan november 2012

#np : Lara fabian - Broken Vow


- Nocturno -






kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya
gelisah

tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu

entah kapan kau bisa kutangkap


 

-Sapardi Djoko Damono-


Karena bagiku kau tetaplah bintang di langit sana..
Hanya boleh kunikmati dari jarak ribuan cahaya di bumi ini..
Tidak mengapa, karena mungkin memang harus begitu jalan cerita ini..
Biarlah senja itu tanpa bintang... 

-Dee-